Niat Doa Ketika Hendak Memandikan Jenazah

banner 728x90

Niat Memandikan Mayit / Jenazah Laki-laki
نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla adaa’an ‘an haa-dzal mayyNiat Memandikan Mayit / Jenazah Laki-laki
نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla adaa’an ‘an haa-dzal mayyiti lillaahi ta’aala

Artinya:

Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (laki-laki) ini karena Allah Ta’ala

Niat Memandikan Jenazah / Mayit Perempuan
نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla adaa’an ‘an haadzihil mayyitati lillaahi ta’aala
Artinya:

Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (perempuan) ini karena Allah Ta’ala

Adapun Syarat Memandikan Jenazah

bagi muslim yang mati syahid tidaklah dimandikan kendati ia dalam kondisi junub sekalipun.

Tetapi ia hanya dikafani bersama dengan pakaian yang baik untuk kain kafan, ditambah kecuali kurang atau dikurangi kecuali berlebih dari tuntunan sunah, lantas dimakamkan bersama dengan darahnya tanpa dibasuh sedikit pun.

Beliau menyuruh supaya para syuhada dari Perang Uhud dikuburkan bersama dengan darah mereka tanpa dimandikan dan disembahyangkan.

Syarat Wajib jenazah yang wajib atau pun direkomendasi untuk dimandikan adalah ketika,

Mayat orang islam.
Ada tubuhnya, kendati sedikt yang sanggup dimandikan.
Mayat itu bukan mati syahid.
Bukan bayi yang keguguran dan kecuali lahir dalam kondisi telah meninggal tidak dimandikan

Kemudian, selain paham langkah mandikan mayit bersama dengan benar dan baik, wajib syarat bagi orang yang hendak memandikan jenazah, yakni di antaranya adalah:

Muslim, berakal, baligh.
Berniat memandikan jenazah.
Jujur dan saleh.
Terpercaya, amanah, paham hukum memandikan mayat dan sanggup menutupi aib si mayat.

Adapun orang yang memiliki hak untuk memandikan jenazah dalam islam pada lain sebagai berikut:

1. Orang yang utama memandikan dan menghafani jenazah mayat laki-laki adalah orang yang diwasiatkanya, sesudah itu bapak, kakek, keluarga terdekat, muhrimnya, dan istrinya.

2. Orang utama yang memandikan mayat perempuan adalah ibunya, neneknya, keluarga paling dekat dari pihak wanita dan juga suaminya.

3. Untuk mayat anak laki-laki boleh perempuan yang memandikannya dan sebaliknya untuk mayat anak perempuan boleh laki-laki yang memandikanya.

4. Jika seorang perempuan meninggal, namun yang masih hidup seutuhnya hanya laki-laki dan dia tidak mempunyai suami.

Atau sebaliknya seorang laki-laki meninggal pas yang masih hidup hanya perempuan saja dan tidak mempunyai istri, mayat berikut tidak dimandikan tapi memadai ditayamumkan oleh seorang dari mereka bersama dengan memakai lapis tangan.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw. yang artinya,

“Jika seorang meninggal ditempat laki-laki dan tidak tersedia perempuan lain atau laki-laki meninggal ditempat perempuan-perempuan dan tidak tersedia laki-laki selainnya.

Maka kedua mayat itu ditayamumkan, lantas dikuburkan karena kedudukanya mirip layaknya tidak mendapat air.” (H.R Abu Daud dan Baihaqi)

Setelah paham perihal syarat apa saja perihal orang yang memandikan jenazah, dan bagaimana jenazah yang wajib dimandikan.

Jangan sampai terlupa bahwa tata langkah dan doa memandikan jenazah termasuk penting untuk diulas.

Lantas, bagaimana pelafalan doa dan tata caranya yang benar?

Tata Cara Memandikan Jenazah dan Doa Memandikan Jenazah
Bagi umat Islam yang hendak mengantarkan saudaranya sesama muslim ke liang kubur, perlulah untuk memandikan atau mensucikan, mengkafani, dan menshalati jenazah berikut khususnya dahulu.

Karena manusia singgah ke dunia ini bersama dengan tubuh yang suci, maka kala ia ulang termasuk wajib disucikan khususnya dahulu, kecuali mereka yang gugur dalam berjihad di jalan Allah SWT.

Dan berikut inilah beberapa langkah memandikan jenazah orang muslim.

1. Menyiapkan seluruh peralatan untuk memandikan jenazah.

Sebelum memandikan jenazah, siapkan peralatan yang dibutuhkan yakni sebagai sarana untuk meluruhkan kotoran terhadap badan empunya dan tak mengakibatkan keburukan bagi jenazah dan orang lain.

Peralatan yang dibutuhkan untuk memandikan jenazah pada lain sebagai berikut:
Tempat memandikan terhadap ruangan tertutup.
Air secukupnya.
Sabun, air kapur barus dan wangi-wangian.
Sarung tangan untuk memandikan.
Potongan atau gulungan kain kecil-kecil.
Kain basahan, handuk, dan lain-lain.

2. Ambil kain penutup dan gantikan kain basahan supaya aurat utamanya tidak kelihatan

3. Mandikan jenazah terhadap tempat tertutup.

4. Pakailah sarung tangan dan bersihkan jenazah dari segala kotoran.

5. Pakai sarung tangan yang masih baru, lantas bersihkan seluruh badannya dan tekan perutnya perlahan-lahan.

6. Tinggikan kepala jenazah supaya air tidak mengalir kearah kepala.

7. Masukkan jari tangan yang telah dibalut bersama dengan kain basah ke mulut jenazah, gosok giginya dan bersihkan hidungnya, sesudah itu diwudhukan.

8. Siramkan air ke sebelah kanan dahulu, sesudah itu ke sebelah kiri tubuh jenazah.

9. Mandikan jenazah bersama dengan air sabun dan air mandinnya yang terakhir dicampur bersama dengan wangi-wangian.

10. Perlakukan jenazah bersama dengan lembut ketikan membalik dan menggosok bagian tubuhnya.

11. Memandikan jenazah satu kali kecuali sanggup membersihkan ke seluruh tubuhnya itulah yang wajib.

12.Disunahkan mengulanginya beberapa kali dalam bilangan ganjil.

13. Jika keluar dari jenazah itu najis sesudah dimandikan dan perihal badannya, wajib dibuang dan dimandikan lagi.

Jika keluar najis sesudah diatas kafan tidak wajib diulangi mandinya, memadai hanya bersama dengan menghilangkan najis tersebut.

14. Bagi jenazah wanita, sanggul rambutnya wajib dilepaskan dan dibiarkan menjulur ke belakang, sesudah disiram dan dibersihkan, lantas dikeringkan bersama dengan handuk dan dikepang.

15. Keringkan tubuh jenazah seteah dimandikan bersama dengan kain supaya tidak membasahi kain kafannya.

16. Selesai dimandikan, sebelum dikafani berilah wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol, umumnya mengfungsikan air kapur barus.

MasyaAllah, sungguhlah ilmu berikut sanggup memberi tambahan kemudahan untuk kita supaya nantinya kala paham tersedia seorang muslim yang telah berpulang.

Maka kecuali terlalu mungkin merupakan tugas kita untuk memandikan dan menunjang prosesi selanjutnya bersama dengan baik. iti lillaahi ta’aala

Artinya:

Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (laki-laki) ini karena Allah Ta’ala

Niat Memandikan Jenazah / Mayit Perempuan
نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla adaa’an ‘an haadzihil mayyitati lillaahi ta’aala
Artinya:

Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (perempuan) ini karena Allah Ta’ala

Adapun Syarat Memandikan Jenazah

bagi muslim yang mati syahid tidaklah dimandikan kendati ia dalam kondisi junub sekalipun.

Tetapi ia hanya dikafani bersama dengan pakaian yang baik untuk kain kafan, ditambah kecuali kurang atau dikurangi kecuali berlebih dari tuntunan sunah, lantas dimakamkan bersama dengan darahnya tanpa dibasuh sedikit pun.

Beliau menyuruh supaya para syuhada dari Perang Uhud dikuburkan bersama dengan darah mereka tanpa dimandikan dan disembahyangkan.

Syarat Wajib jenazah yang wajib atau pun direkomendasi untuk dimandikan adalah ketika,

Mayat orang islam.
Ada tubuhnya, kendati sedikt yang sanggup dimandikan.
Mayat itu bukan mati syahid.
Bukan bayi yang keguguran dan kecuali lahir dalam kondisi telah meninggal tidak dimandikan

Kemudian, selain paham langkah mandikan mayit bersama dengan benar dan baik, wajib syarat bagi orang yang hendak memandikan jenazah, yakni di antaranya adalah:

Muslim, berakal, baligh.
Berniat memandikan jenazah.
Jujur dan saleh.
Terpercaya, amanah, paham hukum memandikan mayat dan sanggup menutupi aib si mayat.

Adapun orang yang memiliki hak untuk memandikan jenazah dalam islam pada lain sebagai berikut:

1. Orang yang utama memandikan dan menghafani jenazah mayat laki-laki adalah orang yang diwasiatkanya, sesudah itu bapak, kakek, keluarga terdekat, muhrimnya, dan istrinya.

2. Orang utama yang memandikan mayat perempuan adalah ibunya, neneknya, keluarga paling dekat dari pihak wanita dan juga suaminya.

3. Untuk mayat anak laki-laki boleh perempuan yang memandikannya dan sebaliknya untuk mayat anak perempuan boleh laki-laki yang memandikanya.

4. Jika seorang perempuan meninggal, namun yang masih hidup seutuhnya hanya laki-laki dan dia tidak mempunyai suami.

Atau sebaliknya seorang laki-laki meninggal pas yang masih hidup hanya perempuan saja dan tidak mempunyai istri, mayat berikut tidak dimandikan tapi memadai ditayamumkan oleh seorang dari mereka bersama dengan memakai lapis tangan.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw. yang artinya,

“Jika seorang meninggal ditempat laki-laki dan tidak tersedia perempuan lain atau laki-laki meninggal ditempat perempuan-perempuan dan tidak tersedia laki-laki selainnya.

Maka kedua mayat itu ditayamumkan, lantas dikuburkan karena kedudukanya mirip layaknya tidak mendapat air.” (H.R Abu Daud dan Baihaqi)

Setelah paham perihal syarat apa saja perihal orang yang memandikan jenazah, dan bagaimana jenazah yang wajib dimandikan.

Jangan sampai terlupa bahwa tata langkah dan doa memandikan jenazah termasuk penting untuk diulas.

Lantas, bagaimana pelafalan doa dan tata caranya yang benar?

Tata Cara Memandikan Jenazah dan Doa Memandikan Jenazah
Bagi umat Islam yang hendak mengantarkan saudaranya sesama muslim ke liang kubur, perlulah untuk memandikan atau mensucikan, mengkafani, dan menshalati jenazah berikut khususnya dahulu.

Karena manusia singgah ke dunia ini bersama dengan tubuh yang suci, maka kala ia ulang termasuk wajib disucikan khususnya dahulu, kecuali mereka yang gugur dalam berjihad di jalan Allah SWT.

Dan berikut inilah beberapa langkah memandikan jenazah orang muslim.

1. Menyiapkan seluruh peralatan untuk memandikan jenazah.

Sebelum memandikan jenazah, siapkan peralatan yang dibutuhkan yakni sebagai sarana untuk meluruhkan kotoran terhadap badan empunya dan tak mengakibatkan keburukan bagi jenazah dan orang lain.

Peralatan yang dibutuhkan untuk memandikan jenazah pada lain sebagai berikut:
Tempat memandikan terhadap ruangan tertutup.
Air secukupnya.
Sabun, air kapur barus dan wangi-wangian.
Sarung tangan untuk memandikan.
Potongan atau gulungan kain kecil-kecil.
Kain basahan, handuk, dan lain-lain.

2. Ambil kain penutup dan gantikan kain basahan supaya aurat utamanya tidak kelihatan

3. Mandikan jenazah terhadap tempat tertutup.

4. Pakailah sarung tangan dan bersihkan jenazah dari segala kotoran.

5. Pakai sarung tangan yang masih baru, lantas bersihkan seluruh badannya dan tekan perutnya perlahan-lahan.

6. Tinggikan kepala jenazah supaya air tidak mengalir kearah kepala.

7. Masukkan jari tangan yang telah dibalut bersama dengan kain basah ke mulut jenazah, gosok giginya dan bersihkan hidungnya, sesudah itu diwudhukan.

8. Siramkan air ke sebelah kanan dahulu, sesudah itu ke sebelah kiri tubuh jenazah.

9. Mandikan jenazah bersama dengan air sabun dan air mandinnya yang terakhir dicampur bersama dengan wangi-wangian.

10. Perlakukan jenazah bersama dengan lembut ketikan membalik dan menggosok bagian tubuhnya.

11. Memandikan jenazah satu kali kecuali sanggup membersihkan ke seluruh tubuhnya itulah yang wajib.

12.Disunahkan mengulanginya beberapa kali dalam bilangan ganjil.

13. Jika keluar dari jenazah itu najis sesudah dimandikan dan perihal badannya, wajib dibuang dan dimandikan lagi.

Jika keluar najis sesudah diatas kafan tidak wajib diulangi mandinya, memadai hanya bersama dengan menghilangkan najis tersebut.

14. Bagi jenazah wanita, sanggul rambutnya wajib dilepaskan dan dibiarkan menjulur ke belakang, sesudah disiram dan dibersihkan, lantas dikeringkan bersama dengan handuk dan dikepang.

15. Keringkan tubuh jenazah seteah dimandikan bersama dengan kain supaya tidak membasahi kain kafannya.

16. Selesai dimandikan, sebelum dikafani berilah wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol, umumnya mengfungsikan air kapur barus.

MasyaAllah, sungguhlah ilmu berikut sanggup memberi tambahan kemudahan untuk kita supaya nantinya kala paham tersedia seorang muslim yang telah berpulang.

Maka kecuali terlalu mungkin merupakan tugas kita untuk memandikan dan menunjang prosesi selanjutnya bersama dengan baik.

Artikel Terkait : Keranda Jenazah
Baca Juga : Kain Penutup Keranda

author
Author: 
    Bisnis Menggunakan Internet
    Bisnis Menggunakan Internet
    Sebenarnya, sebagian besar ketika saya mungkin akan
    Pesan Karangan Bunga di Kayoon Surabaya
    Pesan Karangan Bunga di Kayoon Surabaya
    Ketika sedang ada acara-acara besar seperti peresmian
    6 Keuntungan Menggunakan Flashdisk Kartu Promosi dalam Event Perusahaan Besar
    6 Keuntungan Menggunakan Flashdisk Kartu Promosi dalam Event Perusahaan Besar
    Mencoba melirik 6 keuntungan menggunakan flashdisk kartu
    Jeruk Peras Yang Lebih Bernutrisi
    Jeruk Peras Yang Lebih Bernutrisi
    Jeruk adalah salah satu buah yang sangat

    Leave a reply "Niat Doa Ketika Hendak Memandikan Jenazah"

    Must read×

    Top