Syarat Tas Punggung Yang Aman

banner 728x90

Tinggal beberapa bulan tahun ajaran baru datang. Apakah Anda sudah menyiapkan kebutuhan sekolah untuk buah hati? Terkait kebutuhan akan tas sekolah, tas punggung merupakan salah satu yang favorit. Dengan daya tampung yang cukup besar, ransel menjadi praktis dibawa ke mana-mana, termasuk ke sekolah. Banyak juga yang mengatakan, tas ransel menjadi pilihan karena beban ditumpu pada otot terkuat tubuh yaitu punggung dan perut sehingga risiko cedera bahu atau leher dapat diminimalkan.

Meski begitu, tas punggung tetap mengundang masalah, bila muatannya terlalu berat atau tas tersebut tak digunakan dengan benar. Contoh, hanya satu tali tas yang ditumpukan di satu bahu. Kebiasaan ini dapat menimbulkan risiko terhadap otot leher, bahu atau punggung menjadi nyeri/kaku/tegang. Risiko gangguan tersebut memang tak berat, akan tetapi bila kekeliruan ini berlangsung lama, bisa menimbulkan gangguan serius kelak si pemakai beranjak dewasa.

Misal, dalam jangka panjang, postur tubuh dapat terganggu karena si pemakai tidak menyadari punggungnya melengkung demi mengimbangi berat tas. Seperti kita ketahui, tulang belakang tersusun dari 33 tulang punggung dan di antara tulangtulang punggung tersebut terdapat suatu lempengan yang bekerja sebagai penyangga goncangan yang alamiah.

Bila beban yang ditopang punggung terlalu besar, punggung anak akan tertarik ke belakang sehingga ia akan cenderung membungkukkan kepala dan badannya ke depan untuk menahan beban tersebut. Hal inilah yang mengakibatkan otot-otot bahu, leher dan punggung sakit karena menegang dan saat anak lelah meningkatkan risiko mengalami cedera.

Tak hanya beban tas yang terlalu berat, tali tas yang terlalu kecil atau tipis berisiko menekan bahu sehingga mengganggu peredaran darah serta sistem saraf. Alhasil, anak bisa mengalami kesemutan pada lengan/tangannya dan lebih lelah. Cedera karena penggunaan tas ini risikonya lebih tinggi dialami anak perempuan lantaran ukuran tubuhnya lebih kecil ketimbang anak laki-laki.

Atasi Nyeri Punggung

Terkait dengan ini apa yang perlu dilakukan orangtua? Waspadai jika anak kerap membawa ransel dan mengeluh nyeri punggung (back pain). Nyeri punggung terasa ketika anak mengubah posisinya atau ketika berjalan. Tanpa ada penanganan, nyeri punggung dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti bergesernya garis tengah tulang belakang (skoliosis), tubuh membungkuk (kifosis), terjadinya cedera otot, bahkan patah tulang (fraktur linier) yang tidak terdeteksi secara dini.

Pada studi terakhir di Amerika Serikat (2012), kejadian nyeri punggung meningkat sebesar 1% pada anak usia 7 tahun, pada usia remaja sebesar 20%, dan usia dewasa sekitar 50%. Salah satu penyebab meningkatnya kejadian sakit punggung pada anak usia 7 tahun adalah terlalu beratnya beban yang dibawa di tas punggung mereka.

Sebab lain, posisi duduk saat belajar di kelas yang kurang tepat. Untuk memastikan apakah anak mengalami masalah, perlu dilakukan observasi terhadap postur tubuh dan pemeriksaan muskuloskeletal. Penanganan dapat berupa obat-obatan analgesik untuk mengatasi nyeri dan penanganan rehabilitasi fsik oleh dokter spesialis kedokteran fsik dan rehabilitasi. Selain dengan obat-obatan ataupun tindakan medis lain, nyeri yang dialami dapat berkurang dengan memperlakukan postur tubuh secara benar dan tepat dalam beraktivitas.

Untuk lebih mengetahui bagaimana cara mendidikan anak simak situs seputar parenting dan pendidikan anak yang ada di internet.

author
Author: 
    4 Syarat Aman Tas Punggung Anak
    4 Syarat Aman Tas Punggung Anak
    Perhatikan Beban Tas Tugas kita lainnya, tentu
    Lebih Kreatif Dalam Menyiasati Kesukaan Anak
    Lebih Kreatif Dalam Menyiasati Kesukaan Anak
    Endhen Monicah, mama dari si kembar Evellyna
    Memberikan Pilihan yang Lebih Dibutuhkan
    Memberikan Pilihan yang Lebih Dibutuhkan
    Bernadetha Setianingrum (31), mama dari Valencia Viane

    Leave a reply "Syarat Tas Punggung Yang Aman"

    Must read×

    Top