Festival Sinulog Yang Mengagumkan di Filipina

banner 728x90

Festival Sinulog

Festival Sinulog adalah fiesta paling dinantikan di Kota Cebu, Filipina. Pada minggu ke-3 Januari, jutaan orang mengarak Santo Nino. Sembilan hari festival itu digelar, dengan acara pamungkas parade megah dalam kegembiraan fiesta penuh warna. “Pit Senyor! Pit Senyor!” pekik sorak di antara genderang, terompet, kecapi serta sempritan pluit membahana di ruas-ruas jalanan utama Kota Cebu (baca : Sebu), Ibu kota Provinsi Cebu, Filipina. Istilah ini berasal dari bahasa Cebuano (bahasa yang umum digunakan masyarakat Cebu) yang versi panjangnya adalah “Sangpit sa Señor”. Artinya kurang lebih, “Terpujilah Sang Raja (Kristus)”. Sebuah doa pengharapan bagi siapa saja yang hadir pada festival itu.

Bagi warga Cebu, bulan Januari adalah hari tersibuk. Hanya beberapa pekan setelah perayaan awal tahun. Aktivitas bergulir memuncak dengan digelarnya kenduri besar yaitu Sinulog. Dimulai dari misa Novena 9 hari sebelum festival. Hingga klimaksnya berupa karnaval akbar yang gempitanya tak kalah riuh dengan Mardi Gras. Sinulog berasal dari kata “Sulog”, sebuah dialek Cebuano bemakna “menyerupai gerakan air”. Sebuah dinamika alam yang kemudian mengilhami tarian khas Cebu, Sinulog. Sebuah tanda dinamis berciri gerakan dua langkah maju dan satu langkah mundur. Merujuk berbagai sumber Sinulog yang punya kaitan dengan kehidupan paganisme di masa lalu. Karena sejatinya, tradisi ini dahulu adalah ritual penyembahan berhala. Sampai kemudian di tahun 1521, pelaut Portugis, Ferdinand Magellan mendarat dan memperkenalkan agama Katolik. Ia menghadiahi Hara Amihan, istri Raja Humabon, sebuah boneka sakral Santo Nino (kanak-kanak Yesus) lantas membaptis Sang Ratu dan Raja lalu memberi nama baru Carlos dan Juana. Mereka adalah pionir warga lokal yang berkonversi keyakinan sebelum akhirnya sebagian besar masyarakat tempatan memeluk Katolik.

Tarian Sinulog tetap dipelihara, namun kebiasaan ini beralih menjadi devosi kepada Santo Nino yang kini diabadikan di Basilica Minore del Santo Nino de Cebu. Masyarakat Cebu meyakini, patung ini diberkahi mukjizat luar biasa. Selama berabad-abad, tradisi ini berkembang hingga di jaman modern menjelma menjadi sebuah festival yang meriah. Agar bisa utuh memahami festival Sinulog, saya mendarat di kota industri itu beberapa hari sebelum puncak acara. Luar biasanya, gema event ini sudah terasa sejak dari dalam kabin pesawat. Dendang bertema Sinulog diputar di pengeras suara lalu pramugari membagi-bagikan booklet hingga pito (peluit untuk pesta jalanan) di penghujung fiesta.

Perayaan Sinulog sangat dinantikan warga Filipina. Mereka menyerbu kota Cebu termasuk juga pelancong asing yang sengaja hadir di kota ini, untuk larut di dalam kemeriahan. Keriuhan festival ini belum begitu bergaung di telinga pelancong tanah air. Saya pun belum lama tahu soal Sinulog ini. Sehingga saya harus rajin mengorek berbagai sumber. Yang bikin semakin penasaran adalah mendengar kehadiran 2 juta manusia yang bakal tumpah-ruah di kota ini. Banyaknya peziarah dan pelancong, tentu mendatangkan ‘pesta’ bagi pelaku wisata. Tarif kamar melonjak double bahkan triple dari harga normal. Tak sedikit juga pendatang harus gigit jari karena hotel fully booked. Beruntung saya telah memesan penginapan jauh hari sebelumnya. Sehingga tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Sebuah hotel tak jauh dari bundaran Fuente Osmena jadi tambatan. Maklum kabarnya jalanan utama seperti situ dan Mango Avenue akan ditutup. Jutaan manusia akan tumpah-ruah di titik-titik ini.

Saya mencermati, kemacetan bahkan sudah terasa hingga H-2. Bermalam di pusat kota memberi kemudahan melipir dengan hanya berjalan kaki ketimbang terjebak dalam macet. Saya tak melewatkan ritual penting seperti menonton tradisi prosesi fluvial di mana replika patung Santo Nino dan Nuestra Senora de Guadalupe (Bunda Maria) diarak menyusuri Selat Mactan diiringi ratusan kapal berhias warna-warni. Di Philipina ada tempat penting lainya yang harus anda kunjungi, yaitu distributor genset yanmar terlengkap dimana saat anda mengunjungi tempat ini dapat melihat beragam jenis dan kapasitas genset yang ukuranya sangat besar.

author
Author: 
    Solusi Membuat Kamar Mandi Lebih Nyaman
    Solusi Membuat Kamar Mandi Lebih Nyaman
    Kamar mandi minimalis dijabodetabek.id – Saya adalah
    Belum Pernah Menang, Barito Putera Diyakini Segera Bangkit
    Belum Pernah Menang, Barito Putera Diyakini Segera Bangkit
    Barito Putera yang tampil kurang meyakinkan di tiga
    Pemeliharaan Truk Sedot WC Septik Tank
    Pemeliharaan Truk Sedot WC Septik Tank
    Pemeliharaan Truk Sedot WC Septik Tank Pemeliharaan
    Tempat Berburu Saniter Bekas
    Tempat Berburu Saniter Bekas
    Pasar Rumput sudah terkenal sebagai pasar yang

    Leave a reply "Festival Sinulog Yang Mengagumkan di Filipina"

    Must read×

    Top