Kisah Umar Bin Abdul Aziz Singkat

banner 728x90

Membaca kisah teladan para salafus sholeh tidak saja berpahala jika kita niatkan ibadah, tapi juga akan menggugah jiwa kita untuk mengikuti teladan yang dilakukan oleh mereka, dan pembacaan kisah teladan ini sangat baik untuk di lakukan tidak saja kepada orang tua tapi juga kepada anak-anak.

Ditengah gempuran media yang sangat masif menampilkan contoh teladan khayalan dan malah menyerempet kepada kurafat maka pembacaan kisah teladan para ulama salaf terdahulu kepada anak-anak kita adalah jalan untuk membendung tontonan yang merusak tersebut.

Salah satu kisah teladan yang sangat baik untuk di ceritakan kepada anak kita adalah kisah umar bin abdul aziz, yang merupakan ulama juga seorang khalifah yang sangat adil dalam memimpin juga orang yang sholeh dan sorang yang gigih dalam berjuang menggapai impiannya.

Kisah Ibu Umar Bin Abdul Aziz

kisah umar bin abdul aziz

Siapa yang tidak tahu kisah Khalifah Umar Bin khatab Radiyallahuanhum yang setiap malam berjalan untuk menjumpai rakyatnya, Nah pada suatu hari Khalifah berjalan seperti biasanya pada malam hari untuk melihat keadaan warganya.

Lalu Khalifah Umar menjumpai adanya suara dari salah satu rumah penduduk yang sedang membicarakan tentang penyampuran air kedalam susu yang akan dijualnya antara ibu dan anaknya, kurang lebih percakapan mereka adalah sebagai berikut:

Ibu: Nak produksi susu kita sedang sedikit dan keadaan semakin sulit, bagaimana kalau susu yang akan kita jual ini kita campur dengan air.

Anak: Jangan bu bagaimana kalau nanti kita ketahuan oleh khalifah.

Ibu: Tidak apa nak, kan tidak ada yang tahu kalau susu ini kita campur air, dan khalifah juga tidak akan tahu.

Anak: Tidak bu, memang khalifah tidak akan tahu kalau susu ini kita campur air, tapi ada aLLAH Azza Wajallaa yang pasti mengetahuinya bu, nanti kita akan menjadi orang yang berdosa karena hal yang kecil ini.

Umar Bin Khatab yang dari tadi mendengarkan percakapan tersebut merasa kagum terhadapkejujuran dan ketaqwaan dari sang anak gadis tersebut, tanpa berfikir panjang umar langsung berangkat pulang kerumahnya dan membangunkan anak-anaknya seraya berkata.

Bangun nak, siapa diantara kalian yang akan menikah, ayah mendapati wanita sholihah yang layak untuk dinikah. Lalu Ashim yang menyanggupi untuk menikahi pilihan ayahnya tersebut, dan terjadilah pernikahan yang sangat barokah, dan dari pernikahan tersebutlah terlahir seorang wanita wanita yang bernama Lailla yang merupakan ibu dari Umar Bin Abdul Aziz.

Kisah Waranya Umar Bin Abdul Aziz

Setelah menjadi khalifah Umar Bin Abdul Aziz bertambah ketaqwaannya dan juga takutnya akan memakan harta yang tidak halal atau sifat wara.

Dikishkan saat umar bin abdul aziz menerima tamunya yang ada kepentingan atau hajat terhadapnya dimalam hari, maka sebelum berbicara lebih lanjut Umar Bin Abdul Aziz bertanya kepada tamunya tersebut, Apa yang menjadi hajatmu, apakah ini urusan pribadi atau urusan umat.

Sang tamu menjawab kalau ini adalah urusan pribadi, maka umar bin abdul aziz mematikan lampu di ruangan tersebut, karena dia berfikir lampu ini menggunakan biaya dari negara, sedangkan ia akan membicarakan masalh pribadi, ia takut kalau menggunakan lampu tersebut termasuk korupsi, karena menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

Lihat betapa wara dan berhati-hatinya beliau terhadap harta yang akan di gunakannya, maka pantaslah di bawah kepemimpinan beliau, negara menjadi makmur dan damai, sangat jauh dengan pemimpin yang ada di dunia sekarang ini.

Sumber dari kisah teladan ini adalah website islami yang menyajikan ilmu agama berdasarkan Al’quran dan Assunah yaitu penaungu.com, banyak ilmu yang bisa di baca pada website tersebut, jika mau belajar agama islam silahkan kunjungi websitenya.

Tags: #cerita islam #kisah teladan

author
Author: 
    No related post!

    Leave a reply "Kisah Umar Bin Abdul Aziz Singkat"

    Must read×

    Top